Ponsel bukan semata karena RAM 24GB atau kamera 200MP. Justru, ada dua gelombang fenomena yang berbeda:
1. Ponsel Lipat sebagai 'Status Sosial Baru': Bukan karena fleksibilitas layarnya, melainkan karena bunyi 'klik' engselnya menjadi ASMR tersendiri di ruang publik. Di kafe-kafe, membuka ponsel lipat dianggap lebih 'berkelas' daripada membuka iPhone terbaru. Viral di TikTok karena gerakan membuka-tutup ponsel dijadikan challenge ala flip phone era 2000-an.
2.Ponsel 'Konten Kreator Kampung': Bukan flagship mahal, tapi ponsel 2 jutaan dengan kualitas OIS (stabilisasi) seadanya justru viral karena efek 'goyang kamera ala horor indie'. Anak muda desa memanfaatkan kekurangan stabilisasi itu untuk membuat gaya sinematografi shaky cam yang sengaja, menghasilkan tren film pendek supernatural dengan ponsel murah yang justru tampak lebih nyata daripada video stabil di gimbal.
No comments:
Post a Comment